Ketika ditanya: "Mao jadi apa sih lo nanti?"
Beribu profesi bisa jadi jawaban. Tapi baru satu profesi yang pernah terlintas di benak gue, yang bikin gue langsung bengong sendiri. What am I thinking?!
Menjadi malaikat.
JRENGGG.... jadi orang baik aja ga becus, mau jadi malaikat? beuh...
But... bukan gue namanya kalau berimajinasi cuma setengah-setengah. Why not? Punya keinginan untuk jadi seorang malaikat?
Konon katanya, malaikat itu ditakdirkan bukan sebagai pewaris kerajaan surga. Mau tau siapa pewarisnya? MANUSIA!
Waktu mendengar ini, gue sempet mikir: ga enak amat. uda cape-cape kerja buat surga, melayani "Bos"-nya surga, nanganin anak-anakNya yang bandel di bumi, tapi hak untuk memiliki surga malah jatoh ke tangan anak-anakNya, sebandel apapun mereka, asal mereka mau kembali ke Bapanya.
Tapi kemudian gue mikir... so what? dikasih hak kek, kaga kek, kalo emang buah yang lo hasilin di bumi ga melayakkan diri lo buat ngerasain indahnya surga, buat apaaa???
Kayaknya seru juga jadi malaikat. Bersinar, indah, damai, dan... bisa tahu rasanya surga. Gue lebih milih bisa ngerasain indah dan sempurnanya surga dibanding punya hak untuk memilikinya, namun ga bisa ngerasainnya.
Tapi... tugasnya kan berat? Harus ngadepin manusia. Mereka susah banget buat diajak bertobat.
Well, sejauh apapun imajinasi ini, akhirnya gue tetep milih jadi manusia. Yang, KALAU bisa, menyerupai malaikat. Bukan karena keagungan para malaikat selaku tangan Allah (jangan sampe deh, gue mencuri kemuliaan Tuhan), melainkan dalam hal membawa damai, menjadi terang dalam gelap, membawa kegembiraan, pokoknya berguna deh.
Amin. Tapi berhubung milih jadi manusia... yeah... risikonya: ga sempurna! celah buat musuh si malaikat tuh banyak, dan gue ga mau muna, nyamain diri dengan malaikat gitu? Nope. Ga sanggup kayaknya. Tapi kalau si "Bos" yang udah turun tangan, yes, I will. I will be a beautiful angel on earth. Amin..!
;)
No comments:
Post a Comment