Friday, December 9, 2011

Akhir untuk Awal yang Baru


1 Desember 2011


Memasuki bulan terakhir di tahun 2011 ini, gue resmi jadi sarjana ilmu komunikasi (S.I.Kom).
Acara wisuda berlangsung dari jam 9 pagi di balai samudera. Para cowok tentunya lebih santai karena tidak harus berurusan dengan kebaya, make up, dan hair do. Aaa gue iri.
But well, di momen yang langka ini, akhirnya gue belajar untuk menjadi seorang cewek tulen.

Gue baru tau ternyata di dandanin itu luar biasa pegel.

Gue baru tau pakai kebaya itu membuat gue gak bebas bergerak.
Gue baru tau kalau make-up itu fun, membuat penampilan berbeda. Tapi syukur deh, gue gak terlalu demen. Gue lebih suka dengan tampang-belom-mandi gue. Huahaha.

Walaupun pada akhirnya rok gue robek, tapi gue berhasil membuktikan bahwa gue bisa berjalan dengan mulus di bawah kebaya dan di atas sendal beralas tinggi. Syalalaa... Gue bisa jadi cewek tulen! Wohoo.
Kalau disuruh milih momen mana yang lebih berkesan: sidang atau wisuda... Gue definitely milih SIDANG!

Wisuda justru terasa... Biasa aja. Cuma menang kepo dandan + urus orangtua + foto. Err...
But well, di momen wisuda ini, gue sempet memerhatikan temen-temen gue. Wajah mereka jelas terlihat cantik. Gue membayangkan... Akan seperti apakah kami setelah momen ini? Apa yang akan kami lakukan, apakah kami masih bisa memertahankan kedekatan atau nantinya, kami akan sibuk dengan kehidupan kami masing-masing. Apalagi beberapa temen gue uda ada yang merencanakan untuk berkeluarga dalam waktu dekat.

Gue sungguh berharap, kami semua akan sukses menurut versi Pencipta kami. Gue punya cita-cita dan gue mau cita-cita tersebut. Gue yakin yang lain juga punya. Semoga kami bisa menjadi pribadi yang layak, bahkan lebih untuk sebuah gelar 'Sarjana'. Dalam hal logika, maupun personality.

Gue juga berterima-kasih pada Tuhan, para keluarga, para pengajar, para pendukung, para pengganggu, dan pada pelarian termanis di saat gue skripsi (my Alex White). Tanpa mereka, gue ga bakal bisa menyelesaikan studi dan gak bakalan menjadi pribadi seperti diri gue sekarang.

Momen wisuda ini merupakan 'finishing moment' dari perjuangan gue mendapatkan nilai A. Haha!

Momen wisuda ini merupakan 'happy ending' dari segala drama skripsi gue. Dari bolak-balik bekasi-cempaka putih-kebon jeruk-tebet buat bimbingan, akses informan yang bikin deg2an, bikin skripsi sambil nangis gara-gara patah hati, diancem pembimbing gak bakal dilulusin karena slides presentasi gue nyeleneh, sampai akhirnya gue disidang dengan tanya-jawab yang lebih seperti... Diskusi. I loved what I'd done so far. Dan itu gak mungkin kalau dilakukan tanpa kekuatan dan kemampuan yang dikehendaki Tuhan.

Momen wisuda ini merupakan momen kebanggaan. Karena gue DAN dua orang temen deket gue (SAP + CJ) bisa maju ke depan untuk mendapatkan apresiasi mahasiswa terbaik. Sukses sendirian itu biasa, tapi sukses barengan? Itu suatu kepuasan tersendiri bagi gue.
Momen wisuda merupakan penegasan terhadap awal/ start gue sebagai pribadi yang lebih 'lepas', mandiri, tegas, dan bijaksana untuk mengambil keputusan. Well, dengan segala kekonyolan dan pribadi gue yang nyentrik... Gue serahkan tahap ini, dari awal sampai akhir ke tangan Tuhan. IPK gak menjamin masa depan yang cerah, bung!

Selamat untuk semua wisudawan/wati. Selamat kepada semua pihak yang terlibat. Selamat membangun masa depan masing-masing.


No comments:

Post a Comment