Saturday, December 24, 2011

Hidup Sebuah Panggung Sandiwara

Hidup itu memang seperti panggung sandiwara

Ada tawa

Ada duka

Ada drama

Semua yang akan berakhir dengan membungkuk dan tertutupnya tirai panggung.

Hidup untuk menunggu mati.

Sirkulasi yang konyol.

Ya, konyol.

Ibarat manusia adalah mainan bagi dunia.

Baterai habis, permainan pun usai.

Ya, konyol, bila kau hidup hanya untuk dirimu sendiri.

Datang…

Pergi…

Hanya akan seperti angin sepoi-sepoi

Mungkin dunia tidak bermaksud menjadikan kehidupan manusia sebagai mainan.

Mungkin yang terpenting bukanlah sistematika waktu sandiwara.

Mungkin yang terpenting justru adalah kisah yang terlontar dari panggung.

Kisah yang akan terus hidup.

Kisah yang tidak akan berakhir

Sekalipun tirai panggung tertutup.

No comments:

Post a Comment