Hidup itu memang seperti panggung sandiwara
Ada tawa
Ada duka
Ada drama
Semua yang akan berakhir dengan membungkuk dan tertutupnya tirai panggung.
Hidup untuk menunggu mati.
Sirkulasi yang konyol.
Ya, konyol.
Ibarat manusia adalah mainan bagi dunia.
Baterai habis, permainan pun usai.
Ya, konyol, bila kau hidup hanya untuk dirimu sendiri.
Datang…
Pergi…
Hanya akan seperti angin sepoi-sepoi
Mungkin dunia tidak bermaksud menjadikan kehidupan manusia sebagai mainan.
Mungkin yang terpenting bukanlah sistematika waktu sandiwara.
Mungkin yang terpenting justru adalah kisah yang terlontar dari panggung.
Kisah yang akan terus hidup.
Kisah yang tidak akan berakhir
Sekalipun tirai panggung tertutup.
No comments:
Post a Comment